Selasa, 14 Oktober 2008

Laskar Pelangi

Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata memang pantas diacungkan jempol. Ini buku tetralogi tetapi berhubung gue baru baca buku pertama, gue cuma bisa nulis sebatas ini. Cara Hirata mendeskripsikan lokasi, keadaan dan latar belakang budaya tertentu menunjukkan suatu kekayaaan kosa kata yang dimilikinya. Bukan hanya itu, caranya menghidupkan emosi para tokoh di dalamnya juga sangat mempengaruhi emosi pembaca. Gue belum nonton filmnya, tapi rencana sih mo beli buat koleksi jika DVD originalnya sudah keluar.

Cerita dimulai dengan latar Sekolah Muhammadiyah di Belitong yang sangat minim fasilitas, tenaga pengajar bahkan juga terancam tutup jika jumlah murid <10 anak. Orang-orang di sana sangat miskin, ironis dengan kekayaan alam yang hanya dapat dirasakan oleh segelintir orang yang membangun benteng sendiri di sebuah kota mandiri. Pengarang menggambarkan kecemasan yang dirasakan oleh kepsek dan guru, cemas sekolah akan ditutup dan mereka tidak dapat membagikan ilmu lagi. Orangtua murid cemas memikirkan biaya sekolah dan seandainya tidak jadi sekolah mereka berpikir memang menyuruh anak bekerja akan jauh lebih baik. Anak-anak ingin sekali sekolah dan mereka cemas karena terancam tidak akan bisa merasakan itu semua jika sekolah ditutup. Akhirnya murid ke-10 yang datang adalah seorang anak yang terjebak dalam tubuh dewasa (retardasi mental). Tapi intinya, sudah ada 10 murid jadi sekolah tetap dibuka. Dan dimulailah kelompok murid baru (nantinya dinamakan Laskar Pelangi-karena mereka semua suka melihat pelangi) ini merasakan suka-duka sekolah.

Ada beberapa pelajaran yang bisa ditarik dari buku ini:
1. Nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil sangat berperan dalam pembentukan nilai-nilai dan tingkah laku orang itu ketika dewasa. Nilai yang ditanamkan oleh kepsek di penerimaan murid baru sangat mereka pegang sampai dewasa: "Seseorang harus memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya." Setinggi apapun ilmu yang dimiliki kalau tidak bisa memberikan dampak bagi diri sendiri dan lingkungan, dunia dan akhirat maka itu tiada guna.

2. Bakat alam adalah karunia. Tapi kesempatan pun adalah karunia yang tidak kalah pentingnya. Lintang yang genius tidak dapat menamatkan SMP karena ayahnya meninggal dan ia anak sulung sehingga beban hidup 14 orang dalam keluarganya langsung jatuh ke pundaknya. Gue paling sedih membaca kisah Lintang ini. Rasanya waktu nulis ini pun air mata gue udah mengambang di pelupuk. Berapa banyak anak-anak di Indonesia yang pintar tetapi tidak punya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan terpaksa menggunakan otot fisik untuk mencari nafkah seadanya dan akhirnya bakatnya terpendam begitu saja? Mahar pun sampai SMP baru ketahuan bakat otak kanannya dan itu pun karena pintu kesempatan yang selama SD (6 tahun) tidak pernah terbuka baginya.

3. Hargailah & bertanggung-jawablah untuk tiap kesempatan yang ada, sekecil apapun itu. Mahar yang pendidikannya hanya sampai SMP, tidak dapat melanjutkan pendidikan. Dia menganggur selama beberapa waktu. Sampai akhirnya ia melamar untuk menulis tentang suatu budaya. Hanya usaha kecil-kecilan dan ia lakukan dengan bertanggung jawab akhirnya makin bertambah kepercayaan orang padanya. Sampai akhirnya ia menjadi penulis terkenal. Ia tahu kapasitasnya dan ia bersedia melakukan mulai dari nol, bahkan hal-hal yang awalnya kurang berhubungan dengan yang diinginkan atau dicita-citakannya.

4. Teman adalah harta yang sangat berharga yang dititipkan Tuhan pada kita. Jalinlah relasi dengan mereka selama waktu yang memungkinkan. Zaman sudah canggih, orang-orang tinggal sejauh sms dan email saja. Kenapa tidak sesekali waktu menghubungi teman-teman yang sudah lama tidak tahu kabarnya? Sangat mengharukan melihat Trapani yang mother complex berada di Rumah Sakit Jiwa bersama ibunya. Si ikal (penulis), teman lama Trapani tidak mengenalinya lagi sampai ketika Trapani yang sudah hilang kesadaran itu ternyata mengenali Ikal dan memanggil namanya. Betapa dalamnya relasi kanak-kanak mereka dulu. Sayang waktu membuat mereka putus hubungan sampai akhirnya salah satu berakhir di RSJ karena tidak kuat menanggung masalah hidup. So, jangan tunggu salah seorang teman lama memanggil namamu ketika dikau berkunjung ke RSJ. Segeralah kirim sms atau email singkat kepadanya.

5. Tidak ada cara singkat untuk mencapai sesuatu. Semua harus lewat proses dan ada harga yang dibayar untuk hasil maksimal yang diharapkan. Mahar dan Flo adalah anak yang sangat mempercayai dunia mistis dan pada akhirnya ketika bertemu dukun, yang didapatnya hanya 1 kalimat: "Jika mau nilai bagus, BUKA BUKU DAN BELAJAR!" Ini berlaku bukan hanya untuk mendapat nilai bagus. Segala sesuatu di dunia ini harus diraih dengan pengorbanan. Hanya iblis yang menawarkan cara singkat tetapi akhirnya menjerumuskan dan meminta tumbal yang jauh lebih mahal, yaitu nyawa kita sendiri.

6. Kekayaan adalah sesuatu yang fana. Seperti bianglala di dufan (dunia fantasi), kadang seseorang berada di atas dan kadang di bawah. Kekayaan segelintir orang-orang di balik "tembok besar Belitong" yang menguras sumber daya alam itu akhirnya berakhir. Bodohlah orang jika hidup di dunia ini hanya mengejar kekayaan dan menganggap bisa memilikinya seumur hidup. Tidak ada rasa aman dengan bertambahnya kekayaan karena ia sifatnya fana dan ia bisa menikah dengan siapapun alias kekayaan itu bisa berpindah tangan dengan sangat cepat. Ia tidak mengenal pemilik. Jadi, kejarlah sesuatu yang lebih berarti dari kekayaan.

Sebenarnya masih banyak lagi pelajaran yang bisa digali dari buku ini tetapi berhubung gue udah capek ngetik dan pengen minum, cukup sampai di sini aja ceritanya. Semoga ini dapat mendorong orang untuk membaca atawa menonton filmnya. Karya-karya anak bangsa yang bagus harus dihargai sehingga mereka tidak mati, melainkan dapat terus berkarya dan memajukan bangsa kita tercinta ini karena suatu karya yang baik akan menginspirasikan karya berikutnya dari orang-orang yang lainnya. Semoga... Semoga...

Kamis, 09 Oktober 2008

Rehabeam: Seorang Munafik yang Sembrono

Rehabeam adalah anak Salomo (cucu Daud) yang menjadi raja Israel. Ia menjadi raja ketika berumur 41 tahun. Bayangkan kemewahan yang didapatnya sebagai pangeran di masa kerajaan Salomo. Melalui buku "Kisah-Kisah Menarik Orang yang Terlupakan," karya Chuck Swindoll, ada beberapa hal yang dapat dipelajari sebagai berikut:

1. Rehabeam dikatakan sbg orang munafik karena mencari saran dari orang lain dengan memiliki pendapat pribadi yang sulit diubah sehingga tujuannya mencari orang adalah hanya untuk mendapat dukungan atau legitimasi. Rehabeam meminta usulan para tua-tua ketika rakyatnya meminta keringanan pajak. Sebenarnya kemungkinan dalam hati dia sudah memiliki pendapat sendiri. Ketika tua-tua memberi saran yang tidak disukainya, ia meminta saran dari orang-orang muda yang akhirnya memberi saran sesuai dengan yang diinginkannya. Endingnya tentu saja Rehabeam memilih saran dari orang-orang muda karena cocok dengan pemikirannya. Betapa banyaknya orang seperti ini dalam dunia. Kadang-kadang, gue juga termasuk salah satunya. Dalam kasus terdekat, misalnya beberapa waktu yang lalu, gue baru tau kalo di kantor baru gue, karyawan tidak mendapat 12 hari cuti selama 1 tahun pertama. Tadinya gue berpikir bahwa karyawan tidak boleh ambil cuti selama 1 tahun pertama tapi di bulan ke-13, karyawan berhak atas 12 hari cuti (jatah 1 tahun yang lalu yang tidak boleh diambil). Tapi ternyata, benar-benar ga dapat 12 hari itu! Ketika gue sharing ke beberapa orang, gue sangat senang ketika ada orang yang mendukung gue bahwa 12 hari cuti itu adalah hak karyawan. Dan gue rada bete ketika ada orang yang mengatakan itu hak perusahaan untuk mengatur. Padahal GM gue memberikan masukan bahwa tidak apa-apa kalau gue mo buat daftar pembanding/semacam usulan dan HRD perusahaan akan mendiskusikannya. Tapi ketika gue mencari usulan dari banyak pihak, gue merasa akhirnya ga obyektif lagi, gue hanya mencari pembenaran diri sendiri. Menyedihkan...

2. Rehabeam memiliki kebiasaan dan hobi yang buruk yang dicontohnya dari ayah dan kakeknya. Ayah dan kakeknya laki-laki yang beristri dan bergundik banyak. Rehabeam yang dianggap munafik awalnya memilih sepupunya sebagai istri. Dan ini baik dalam pemandangan tradisi dan hukum Israel. Kemungkinan Rehabeam melakukan ini demi nama baiknya. Tetapi akhirnya Rehabeam malah lebih mencintai istri-istrinya yang lain, yang bukan dari suku Israel dan tidak mengenal Tuhan. Semasa kecil, gue memiliki banyak kepahitan dengan mama, gue banyak ga suka dengan cara pikir dan tingkah-lakunya. Tapi akhirnya gue terpaksa harus mengakui kalo hal-hal yang gue ga suka dari mama itu justru melekat pada diri gue sendiri. Bersyukur bahwa di dalam Kristus, belenggu masa lalu itu dipatahkan. Ketika berani mengakui hal-hal yang tidak disukai itu ternyata ada pada diri gue sendiri, itulah langkah awal pemulihan diri gue. Setiap orang pasti dibentuk oleh orangtuanya. Maklum ortu kan arsitek keluarga. Tapi orang Kristen ga perlu putus asa dengan masa lalu yang kelam karena tidak ada yang mustahil buat Tuhan. Dalam kelemahanlah kuasa Tuhan akan dinyatakan, asal kita percaya pada-Nya dengan segenap hati.

Nah, belajar dari Rehabeam, kita semua perlu terbuka dengan pemikiran-pemikiran orang lain yang bahkan berbeda dari pemikiran kita. Pikiran kita pribadi seringkali terdistorsi, solusi yang kita anggap benar ternyata salah karena kita hanya memandang dari 1 sisi. Dan sungguh merupakan karunia jika Tuhan kasih orang-orang yang "sulit" karena orang-orang sulit itulah yang menolong kita melihat dari sudut yang berbeda. Dengan suatu kerendahan hati untuk mendengarkan (bukan sekedar mendengar loh) mereka, kita memiliki kekayaan untuk melihat dengan lebih jernih dan akhirnya tidak terperosok ke dalam dosa Rehabeam, dosa di mana kita semua punya potensi untuk melakukannya.

Selasa, 07 Oktober 2008

Construal? Apaan tuh?

Psikologi Sosial mendefinisikan Construal sebagai cara orang berpikir, melihat dan menafsirkan kejadian di sekitar mereka. Kita semua perlu menafsirkan dunia sekitar kita sehingga segala tindakan dan penilaian kita menjadi suatu yang selaras dan masuk akal.

Sebagai contoh, kejadian yang gue pagi ini. Gue biasa naik mikrolet M02 menuju kantor. Mata gue jelas-jelas melihat angka 02 terpampang sehingga gue menyetopnya. Kemudian, tiba-tiba mikrolet belok kanan di suatu lokasi di mana M02 biasanya lurus. Reaksi pertama gue adalah langsung memandang ke arah yang lurus sambil berpikir mungkin jalanan lurus ditutup. Ternyata jalanan tidak ditutup. Wuih, mata gue langsung beralih ke nomor mikrolet yang entah kenapa berubah menjadi M04! Dengan panik gue langsung menyetop mikrolet dan meminta maaf kepada sopir yang terpaksa menunggu gue mengambil uang receh yang tidak gue siapkan karena turun dadakan hiks :=.=:

Lihat reaksi pertama otak gue adalah menciptakan construal bahwa jalanan yang biasanya dilewati sedang ditutup kemudian mata gue langsung mengecek. Karena apa construal seperti ini dapat muncul di kepala gue? Karena melakukan sesuatu yang salah itu otomatis menurunkan self-esteem jadi reaksi pertama yang gue lakukan adalah menciptakan construal untuk membuktikan diri benar sehingga perasaan gue nyaman, lega karena self-esteem tidak mengalami penurunan. Tapi karena gue cek ternyata jalanan tidak sedang ditutup, gue langsung mengganti construal pertama dengan construal berikutnya bahwa jangan-jangan gue salah naik mikrolet. Mata langsung mengecek nomor mikrolet dan hasilnya zummm benar gue salah naik angkot. Gue mengganti construal dengan terpaksa karena kalo gue memaksa diri menerima construal pertama, akan muncul rasa tidak aman yang lebih besar, gue terbawa angkot entah kemana, terlambat ke kantor, dan seterusnya, dan seterusnya.

Itu hanya dalam kasus kecil yang sepele. Bayangkan dalam kasus besar, bagaimana construal sangat berpengaruh dalam penilaian orang akan dirinya sendiri. Misalnya: kasus antar negara antara tentang invasi US ke Irak. Betapa sulitnya mengakui kalau construal awal itu salah walau kenyataan/reaksi yang muncul berikutnya berbeda dengan construal awal. Sebenarnya ketika construal awal berbeda dengan kenyataan yang terjadi, orang dapat memilih melakukan 3 hal:

1. Mempertahankan construal awal supaya self-esteem tidak terpengaruh. Menyalahkan situasi yang tidak cocok dan tetap memegang teguh construal awal. Ini yang biasanya dilakukan orang-orang yang kita sebut keras kepala alias kepala batu hehehe...

2. Segera mengganti construal awal dengan construal lain. Ini tidak mudah dilakukan karena harus mengakui bahwa construal awal yang diyakini ternyata salah, tidak cocok dengan kejadian berikutnya.

3. Menunggu sambil mempertahankan construal awal. Biasanya orang-orang ini sangat berharap untuk terjadinya situasi berikut yang cocok dengan construal awal. Kalau yang terjadi ternyata berbeda dari harapan, biasanya akan menciptakan construal tengah-tengah yang menggabungkan construal awal dengan kejadian yang sesungguhnya.

Semua proses yang gue alami terjadi dalam hitungan detik, tidak sampai 1 menit! Wow, menakjubkan sekali ya Tuhan menciptakan otak manusia. Waktu menulis ini, tak henti-hentinya gue bersyukur atas kehebatan yang Tuhan berikan pada manusia. Itu semua menunjukkan betapa hebatnya Sang Pencipta. Dan gue bener-bener bersyukur menjadi ciptaan-Nya yang dilengkapi dengan berbagai "fasilitas" hidup yang kelihatannya sepele tapi kalau dipikirkan, ternyata menakjubkan. Soli deo Gloria ^_^

Kamis, 25 September 2008

Gondongan

Nama penyakit itu tak pernah gue dengar sampe minggu lalu karena salah seorang penginjil di gereja harus dikarantina gara-gara sakit gondongan. Senin ke kantor seperti biasa tapi waktu pulang, rasanya badan gue ngilu-ngilu. Setelah mandi malam, leher (tepatnya di bawah kuping) kiri gue bengkak. Gue kaget karena seumur hidup ga pernah leher gue bengkak. Akhirnya gue olesin balsam lalu tidurlah gue dengan tidak nyenyak. Selasa pagi tambah bengkak dan badan gue luar biasa lemes. Ga sanggup kerja deh kalo gitu, gue mo ke dokter aja.


Mencari dokter aja luar biasa. Pagi gue pergi ke dokter deket pasar jatinegara. Bayangkan, gue dapat nomor antrian 11 dengan diiringi pemberitahuan penjaga klinik kalo si dokter lagi ada urusan, kalau jam 9 belum datang, kemungkinan dokter ga bisa datang dan buka praktek lagi sore. Gue datang jam 8.30 dan mutusin buat nunggu aja sampe jam 9. Di ruang tunggu tampak muka-muka orang yg mengenaskan (jangan-jangan muka gue juga kayak mereka). Tiba-tiba tampaklah si dokter nongol. Gue nyengir & bilang ke orang-orang bahwa ekspresi mereka semua tampak jauh berbeda ketika lihat dokter datang. Ternyata di saat sakit, tak ada yang bisa membuat orang lebih happy ketimbang melihat wajah dokter ^_^ Mereka juga cengengesan denger komentar gue. Dari situ kami ngobrol2, ternyata banyak yang sakit parah. Ada yang diduga gagal ginjal. Aduh dengernya aja gue udah merinding campur kasian. Rasanya sakit gue ga seberapa deh dibanding mereka. Kami menanti dengan sukacita karena ada pengharapan akan segera diperiksa oleh dokter.


Setelah nomor urut 2, si dokter dapet telepon bahwa keluarganya sakit dan dia harus segera ke rumah sakit lagi (ternyata tadi urusannya belum selesai). Jadi, nomor urut 3 ke atas, ga bisa diperiksa. Waduh, gue sampe ga berani komentar lagi liat ekspresi orang-orang, kasian banget, muka-muka kecewa. Wong gue sendiri kecewa. Akhirnya gue ke toko (rumah saudara yang deket banget ama klinik itu). Gue mo cari dokter gereja gue aja deh. Setelah dapat nomor teleponnya, gue telepon dan si dokter ternyata praktek jam11, jadi gue bilang aja nti gue mo datang. Waktu itu baru jam9! Gue pikir mo pulang rumah juga tanggung jadi akhirnya gue nunggu aja di toko. Ampun deh 2 jam kalo kerja rasanya cepet banget. Ga ngapa2in 2 jam tuh rasanya luar biasa boring! Mana gue mabok liat kemacetan di depan toko, bunyi klakson, debu, bising banget deh. Karena ga ada ranjang buat tidur, gue duduk aja kayak orang katatonik, ga bisa bergerak saking lemesnya.


Jam 10.30 gue jalan kaki ke tempat praktek si dokter gereja. Walau gue belum pernah ke dokter itu, gue pede jalan kaki panas2 sampe rasa mo pingsan eh tau-taunya ga ada dokter itu di situ (adanya dokter gigi). Katanya dia praktek di Apotek Jatinegara dan waktu gue cek emang tempat yang gue datengin adalah Apotek Sriti. Waduh pokoke payah banget deh. Saking cape dan mo pingsan kepanasan, gue memutuskan pulang ke rumah aja daripada gue pingsan di jalan nyari2 apotek yang gue ga tau ada di mana. Di rumah gue langsung minum antibiotik & neurobion. Terus gue berusaha tidur. Sampe sore ternyata masih belum sembuh, masih meriang & seluruh badan & kepala gue sakit.


Akhirnya bokap gue yang cek 2x ke dokter tetangga deket rumah. Yang kedua kalinya, pintu praktek si dokter udah dibuka karena bokap berhasil menggerakkan orang buat ketok2 rumah si dokter. Akhirnya gue ke dokter sore-sore jam 5an gitu. Bayangkan seharian gue ga abis pikir kog bisa2nya cari dokter susah gitu. Biasanya kan gampang hehehehe… Kata dokter gue positif gondongan alias parotitis (pembengkakan kelenjar ludah karena virus), dia nanya gue ketularan siapa yang gondongan. Gue bilang aja ga tau karena kayaknya si penginjil yang gondongan udah dikarantina jadi ga mungkin kena dari dia. Walhasil gue disuntik, dikasih obat antivirus dan obat antibiotik (yang udah gue minum sejak siang) plus obat buat meredakan demam/meriang. Yang penting, gue disuruh istirahat 2 hari, ga boleh kena angin karena angin mengandung banyak virus.


Kalo fisik lagi ga fit, virus mudah menyerang karena tubuh ga mampu membentuk antibodi untuk melawan si virus. Si dokter ga ngasih gue vitamin lagi karena hehehe kalo merasa sakit, gue pasti langsung minum vitamin banyak-banyak, jadi dia cuma mendorong gue untuk terus makan vitamin. Dokter sempet tercengang liat obat atau vitamin yang udah gue makan sejak gue merasa ga fit. Katanya, ‘jangan terlalu banyak nti perut lu jadi apotek.’ Gue disuruh pantang makanan pedes (menyedihkan), gorengan dan seafood yang amis-amis. Pokoke minggu ke depan rasanya nafsu makan gue turun deh. Dasarnya udah sakit ngunyah gara-gara bengkak bikin gue males makan eh sekarang semua makanan jadi ga enak karena ga boleh pedes.


Adik gue yang pertama pulang rumah langsung bawa kabar bahwa kata penginjil gue, anak-anak SD BPK Penabur Cipinang hampir semua kena gondongan. Adik bungsu gue langsung teriak, “Wah, Minggu kemaren si Stella MC di Sekolah Minggu. Pasti ada anak gereja yang bawa virus dan masuk deh ke mulutnyya waktu mereka nyanyi-nyanyi.” Menyedihkan, kemungkinan besar sih yang mereka bilang itu benar. Jadi gue mewanti-wanti orang rumah supaya minum vitamin C banyak-banyak karena gue udah bawa virus. Tapi kalo mereka sehat, virus ga akan berpengaruh buat mereka.


Waktu gue mikir-mikir kenapa ya gue bisa kena penyakit ini, dan kenapa God izinin ini terjadi. Saat ini sih yang terpikir adalah memang gue sangat butuh istirahat. Rencana lebaran mo tidur panjang. Tapi Senin lalu, gue liat penawaran paket lebaran ke pangandaran duh rasanya godaan/dorongan buat pergi tuh luar biasa kuat. Sampe senin sore gue sangat kepingin berpetualang ke green canyon, liat goa-goa jepang, liat pantai, dll. Eh kejadian seperti ini bener2 menghancurkan semua godaan itu. Gue tau bahwa gue bener2 harus istirahat total. Badan gue emang kurang fit. Sebenernya bisa lewat Agustus dan sampe di akhir September aja itu udah merupakan anugerah Tuhan. Dan seharusnya tekad gue untuk istirahat di lebaran tak tergoyahkan. Apa mau dikata, gue sangat suka pemandangan alam dan liburan ke tempat-tempat seperti itu mendatangkan kepuasan tersendiri walau akhirnya pasti kecapean. Dan gue rasa Tuhan bae, DIA kasih waktu yang tepat buat gue sakit. Walau sebenernya saat ini kantor yayasan lagi sangat repot dan gue merasa bersalah sakit di saat-saat seperti ini. Tapi thanks God, orang-orang yayasan sangat mendukung gue untuk rest (gue rasa mereka juga ga mo ketularan ya ^_^) dan segala sesuatu berkaitan dengan pekerjaan pelayanan masih bisa dikontrol.


Melalui sakit kali ini, pengalaman susahnya mencari dokter, membuat gue melihat ada banyak orang di sekitar gue yang sakit jauh lebih parah dari gue. Belum lagi kalo mereka ga punya dana buat berobat, betapa sulitnya mencari dokter. Betapa menderitanya sakit tanpa diobati dokter. Betapa senangnya ketika sakit melihat dokter yang care dan menjawab semua pertanyaan kita dengan sabar. Dan emang God kasih dokter yang terbaik yaitu dokter tetangga gue, dokter gue sejak kecil yang udah pensiun. Rasanya terharu aja dilayani ama dokter yang udah ubanan, dan begitu liat gue langsung nanya apa gue mo duduk di mejanya lagi kayak dulu waktu gue masih kecil hehehehe…


Kompas pagi ini memberitakan di Jakarta banyak sekali orang yang terserang ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) karena udara panas dan banyak virus sementara stamina orang-orang udah banyak yang ga fit jadi mudah diserang virus yang menggejala dalam bentuk batuk, pilek, panas, demam, meriang. Puskesmas dan klinik banyak menangani pasien-pasien yang sakit begitu. Gue berpikir menjelang lebaran kali ini banyak orang sakit, kasian juga orang yang bekerja di area medis, mereka harus tetep masuk dan melayani orang-orang sakit. Betapa mulianya tugas mereka itu. Sayangnya, orang-orang cenderung tidak merasakan pengorbanan mereka, tidak menghargai kecuali di saat-saat membutuhkan. Kita memang cenderung tidak menghargai sesuatu yang dikerjakan orang lain sampai di titik kita membutuhkan pelayanan mereka. Jadi, gue belajar untuk menghargai dan mendoakan mereka yang melayani masyarakat, terutama ketika masyarakat liburan. Terimakasih untuk keberadaan mereka bagi kita semua. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati hidup mereka dan mereka merasakaan sukacita menjalani pekerjaan pelayanan mereka. Amin…

Jumat, 19 September 2008

Dunia Mimpi

Menarik sekali bernostalgia dengan komik zaman dulu. "Kanata Kara" alias "Dunia Mimpi" adalah komik yang bagus dan ingin membaca ulang. Thanks God, dengan adanya internet, berhasil membaca ulang dengan sudut pandang yang berbeda. Walau isi ceritanya tidak seluruhnya benar dari sudut pandang Teologi ^_^ tapi ada hal-hal menarik yang pantas dipertimbangkan.

Noriko adalah gadis SMA, 18 tahun hidup di Jepang dan beberapa kali memimpikan suatu tempat yang sama. Sampai suatu ketika dia mengejar sebuah bola yang berhenti tepat di depan kantong berisi bom yang meledak. Waktu bom itu meledak, teman-teman Noriko & orang-orang di Jepang tidak berhasil menemukan tubuh Noriko. Noriko sendiri melayang dan sempat menyaksikan dirinya menjauh dari orang-orang di Jepang. Ia masuk ke dalam suatu hutan di dunia yang berbeda.

Di sanalah ia berjumpa dengan Izaku yang berniat membunuh "sang pencerah" yang diramalkan akan muncul di hutan itu. Izaku tidak menyangka kalau sang pencerah itu hanyalah gadis kecil yang tampak lemah dan tidak bisa apa-apa. Jadinya, Izaku malah menolong Noriko dari berbagai ancaman hewan-hewan aneh di hutan itu. Noriko lemah dan ketakutan, Izaku kuat dan serba bisa (maklum ksatria gitu loh). Dimulailah petualangan Izaku dan Noriko dalam dunia itu. Noriko belajar bahasa baru karena awalnya ia dan Izaku tidak saling mengerti bahasa masing-masing. Seiring dengan berjalannya waktu, Noriko tambah mampu bertahan di dunia itu. Izaku yang ternyata memiliki sisi gelap dalam dirinya semakin sering bersama Noriko jadi semakin bertambah terpuruk.

Di sisi lain, mereka sudah sulit berpisah karena sudah jatuh cinta satu sama lain. Izaku juga tidak sampai hati meninggalkan Noriko yang dengan takdirnya sebagai sang pencerah, menjadi rebutan banyak pihak sementara Noriko tidak punya kemampuan apa-apa untuk mempertahankan diri. Sampai suatu titik Izaku berubah wujud menjadi monster di hadapan Noriko. Yang menarik adalah Noriko tidak meninggalkan Izaku. Dan kenyataan ini sudah cukup bagi Izaku untuk berjuang mengalahkan sisi gelap dari dirinya. Izaku yang sejak kecil dianggap monster dan ditolak oleh ibu kandungnya sendiri akhirnya menemukan penerimaan diri yang diberikan oleh Noriko.

Kyoko Hikawa menceritakan kisah ini dengan sangat menarik. Ending kisah ini pun bagus, bahwa:
1. Tidak ada manusia yang sempurna. Ortu bisa aja menolak/membuang anaknya sendiri. Masa kecil selalu memiliki pengaruh dalam pertumbuhan manusia, termasuk dalam hal ambisi (yang diinginkan) ataupun yang berusaha dihindari.
2. Iblis memakai kelemahan manusia, kejadian masa kecil yang telah membentuk seseorang pada akhirnya dapat dipakai Iblis untuk mengikat orang itu. Iblis bisa menawarkan terang palsu (jalan keluar/kekuatan tak terhingga) tapi pada akhirnya orang itu akan menjadi budaknya, binasa bersama si iblis selamanya.
3. Manusia membutuhkan penolong untuk melihat dan mengalami pencerahan dari dunia yang telah dikuasai iblis. Karena selama ini manusia tidak bisa keluar dari kegelapan dan kuasa iblis yang telah mencengkeramnya. Penolong itu harus berasal dari dunia yang berbeda, yang belum tercemar oleh kerusakan. Penolong itu harus memiliki hati yang bersih dan semangat mengasihi manusia-manusia yang telah dikuasai kegelapan itu.
4. Komik ini menggambarkan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia yang hidup menyayangi alam dan manusia lainlah yang akan mengalami kepuasan/kepenuhan dalam hidupnya. Kasih mengatasi segala kesulitan dan tantangan hidup. Kasih membuat seseorang bertahan dan memotivasinya mengambil keputusan demi kebaikan orang yang dikasihinya.

Walau komik ini hanya fiksi, belajarlah melihat hal positif yang terkandung di dalamnya. Walau pengarangnya tidak belajar teologi, pembaca tetap dapat mempelajari hal-hal positif di dalamnya. Jadi, benarlah perkataan seseorang bahwa "Orang cenderung melihat dan berpikir sesuai dengan konstrual (opini) awalnya." Mungkin tulisan ini hanya bersifat pembenaran diri yang dilakukan. Tapi intinya, dunia akan menjadi lebih indah jika kita belajar melihat segala sesuatu dari sudut yang positif. Tentu saja, ada hal-hal negatif yang harus dilihat tapi akan terasa lebih ringan dan mampu dihadapi ketika kita fokus pada hal-hal positif... Met melihat dunia dengan kacamata positif sehingga tidak perlu pergi ke dunia mimpi untuk mengalaminya :)

Rabu, 17 September 2008

Abigail: Perempuan yang Menyelamatkan Suaminya

Menjadi seorang wanita sungguh berat di zaman dulu (sekarang juga kayaknya sama beratnya hehehe). Wanita cantik seperti Abigail bisa-bisanya menikah dengan seorang pria bernama Nabal (yang kelakuannya sama dengan namanya, bebal, kasar dan tidak tahu aturan). Zaman dulu kan emang wanita tidak bisa memilih suami, jadi harus nurut ama pilihan keluarga. Demikian juga dengan Abigail.

Menariknya, Abigail yang memiliki suami kasar ini, justru melindungi dan menyelamatkan nyawa si suami dari Daud yang murka karena kata-kata kasar dan tidak tahu berterimakasih dari si Nabal. Dari buku Charles Swindoll "Kisah Menarik Orang-Orang yang Terlupakan" ini, dapat dipelajari hal-hal sebagai berikut:

1. Orang pilihan Tuhan dan bukan orang pilihan Tuhan sama-sama bisa marah. Sama-sama bisa tidak berpikir panjang dan di suatu titik bisa aja bertindak terburu-buru, tidak pikir panjang, tidak bijaksana gara-gara dikuasai kemarahan. Tapi hati orang pilihan Tuhan berdetak selaras dengan hati Tuhan, berarti orang itu mau mendengarkan teguran yang disampaikan oleh orang lain (utusan Tuhan supaya anak-Nya tidak melakukan dosa). Jadi, dengarkanlah teguran dari orang-orang yang mengasihi Tuhan.

2. Dalam keadaan marah, orang cenderung terburu-buru dan ingin memuaskan alias melampiaskan kemarahan itu. Dan dampaknya selalu buruk bila itu dilakukan. Jadi, daripada marah-marah ga karuan dan mengeluarkan kata-kata yang menusuk dan menyakitkan orang lain, lebih baik diam dulu sampai kepala dingin, kemudian bicarakan baik-baik (ini mustahil dilakukan dengan hati panas). Jadi, tariklah nafas panjang, hitung sampai 10 sebelum melampiaskan kemarahan kepada seseorang.

3. Orang yang tidak peka akan menyakiti hati orang-orang di sekitar. Kepekaan berkaitan erat dengan ketaatan. Kalau kepekaan selalu diikuti ketaatan, maka kepekaan akan makin terasah. Demikian juga sebaliknya, lama-lama kepekaan bisa aja makin tumpul karena tidak dipraktekkan dengan ketaatan. Ketaatan berarti berintegritas, melakukan bagian diri sendiri dan menyerahkan bagian lain ke dalam tangan Tuhan. Jadi, ketaatan selalu menuntut suatu pengorbanan. Yang pasti Tuhan tidak pernah berhutang, Tuhan selalu memberikan ganjaran setimpal untuk ketaatan dan sebaliknya, ada konsekuensi di balik suatu ketidaktaatan. Jadi, belajarlah peka terhadap apa yang Tuhan inginkan dari diri kita. Kemudian taatlah apapun harga yang harus dibayar.

4. Abigail adalah perempuan yang penuh hikmat. Dia tahu kapan harus bertindak/berkata-kata dan kapan harus berdiam diri. Ini dikarenakan selama ini Abigail selalu berusaha taat dalam hidup rumah tangganya. Ia melakukan perbuatan baik pada suami yang tidak baik bukan karena suaminya layak menerima itu tetapi karena Abigail adalah orang yang baik. Jadi, teladanilah Abigail, pandai-pandai mengatur perkataan yang keluar dari mulut kita. Diam tidak selamanya emas tetapi waspadalah karena mulutmu harimaumu. Kata-kata yang keluar dapat menjatuhkan atau membangun orang lain. Kalau bisa membangun, kenapa kita harus menjatuhkan orang lain? Contohlah Abigail. Seorang wanita yang luar biasa, sanggup memilih kapan harus berkata-kata dan kapan harus berdiam.

Menjadi seorang wanita berarti menerima peran untuk menolong pria, dan bukan sebaliknya malah merongrong pria. Jalanilah peran ini dengan sukacita karena upahnya besar di Surga. Berbahagialah, para wanita ^_^

Senin, 01 September 2008

Antiviruskah?

Minggu lalu gue download antivirus2009 dari internet untuk mengupdate antivirus2008 yang udah ada di laptop gue. Eh tau-tau dapet pesan bahwa laptop gue terinfeksi 50an virus. Bikin gue kaget dan berusaha remove tuh virus-virus dengan antivirus2009. Yang bikin gue tambah panik adalah si antivirus2009 itu ga bisa remove kecuali gue punya license alias gue beli tuh software lengkapnya. Gue kan ogah beli2 antivirus. Jadi gue mo uninstall aja si antivirus2009 itu karena dia memprotect laptop gue sampe ga bisa akses apapun di internet.

Malangnya, ga bisa diuninstall!!! Setelah dapet info dari temen, gue download unistaller2008. Tapi tetep ga terdeteksi oleh uninstaller2008, jadinya ga bisa diuninstall.... Wah pokoke stres deh gue seharian sampe akhirnya bisa gue stop walau belum diuninstall, dan gue coba liat kasus2 di yahoo (karena gue ga bisa masuk google!). Ternyata antivirus2009 itu spyware or malware or sejenisnya! Itu bukan antivirus dan udah banyak orang yg tertipu, salah satunya adalah gue :^_^:

Walhasil, gue berhasil "membunuh" si antivirus2009 berdasarkan rekomendasi yahoo bahwa itu bisa dihilangkan oleh malwarebytes anti-malware. Gue seneng sih tapi semua itu membuat gue berpikir ulang tentang beberapa hal: 1/ Nama antivirus bisa mengecoh orang. Antivirus harusnya punya kemampuan membasmi virus, dan bukan sebaliknya menjadi virus itu sendiri. Nama Kristen identik dengan terang dunia. Apakah justru gue sebagai orang Kristen malah sama gelapnya dengan dunia yang gelap ini? Duh, jangan sampe deh gue mengecoh orang dengan label Kristen yang gue pake. Dengan label hamba Tuhan yang gue sandang.

2/ Perlu usaha proaktif dari gue untuk membuat orang lain membuka pintu menolong. Gue udah rada gaptek sekarang, bahkan ga bisa menyetop runninngnya si antivirus2009. Akhirnya gue inisiatif teriak di yahoo messenger (YM) ke temen2 tentang gimana caranya menguninstall antivirus2009. Mereka tidak tahu cara menguninstall tapi mereka menjawab tentang cara menyetop untuk sementara. Setelah gue berhasil menyetop dan gue bisa browsing internet lagi, mereka menyarankan gue cari di internet solusinya. Kadang orang lain tidak tau kalo kita lagi dalam masalah jadi perlu inisiatif untuk meminta pertolongan, terbuka menceritakan masalah.

3/ Informasi dan sharing2 yang terjadi di yahoo sangat menolong gue menyelesaikan masalah. Sharing alias saling berbagi info dalam suatu komunitas itu sangat penting. Itulah guna sahabat seiman, saling berbagi cara untuk menguatkan satu sama lain, untuk sama2 sanggup menanggung beban dan keluar dari masalah sebagai pemenang! Duh, jangan sampe deh gue jadi orang Kristen tanpa komunitas keluarga Allah yang saling menguatkan itu. Komunitas itu terdiri dari orang2 yang lemah, yang sarat dengan masalah tapi menyaksikan pengalaman mereka, justru menolong orang Kristen lain untuk bertumbuh.

4/ Iklan di internet kadang menyesatkan. Antivirus2009 itu mengiklankan diri supaya gue install dan gue dengan polosnya menginstallnya. Di dunia ini ada banyak sekali tawaran yang menyesatkan dan sekali sudah diambil, akan sulit membatalkan karena sudah ada konsekuensi yang harus ditanggung. Thanks God, laptop gue ga kenapa2, masih ada cara untuk "mematikan" si antivirus2009 itu. Ini membuat gue harus berhati-hati memilih dan mengambil keputusan.
Thanks God untuk pembelajaran ini, memakan waktu hampir seharian di kantor berkutat menyelesaikan masalah ini. Dan semuanya bisa selesai dengan anugerah God, meninggalkan pengalaman berharga buat gue.