Kemaren di angkot pagi gue mikir kira-kira kematian gue bisa dengan cara apa aja. Ternyata buanyak buanget kemungkinan caranya. Iseng-iseng gue jadi pengen bikin list cara-cara kemungkinan mati yang terpikir sebagai berikut:
1. Lagi berenang tanpa sadar ke tempat dalam lalu tenggelam krn ga ada tempat berpijak
2. Lagi tidur, kebakaran ga bisa keluar rumah, mati hangus
3. Lagi makan enak, keracunan then mati
4. Serangan jantung
5. Divonis kena penyakit terminal (yang udah pasti mati)
6. Lagi duduk di kursi cadangan angkot, angkot belok kiri & hilang keseimbangan, angkot jatuh miring kiri, gue ketiban seluruh penumpang angkot & jadi dendeng gepeng
7. Lagi duduk di angkot paling dalem biar aman tapi ditabrak truk yang melaju kencang, gue kegencet truk jadi tempe penyet
8. Nyebrang jalan, terserempet Bus, terlempar & kepala kena trotoar, kayak semangka pecah
9. Nyebrang pake jembatan penyebrangan lalu tiba-tiba tuh jembatan roboh, gue jatuh sementara di bawahnya ada tronton lewat, hancurlah seluruh badanku
10. Ketawa terbahak-bahak, tiba-tiba ga bisa nafas, mati
11. Lagi duduk di depan rumah, ada mobil nyelonong dikemudikan orang mabok, mati deh gue
12. Lagi naek tornado di dufan, pas kepala gue di bawah, sabuk pengaman putus, jatuhlah diri gue
13. Lagi turun tangga kantor, nenteng plastik, plastik jatuh keinjek gue lalu terpeleset bedebam-bedebum sampe bawah udah ga bernyawa
14. Lagi duduk kerja di kantor tiba-tiba ada pesawat jatuh nimpa ruko gue
15. Gempa & bumi menganga menelan gue
16. Angin gede banget, bajaj gue ketimpa pohon besar yang tumbang
17. Lagi jalan kaki di deretan perumahan Ijen (banyak pohon kelapa), tiba-tiba kejatuhan buah kelapa, tewas
18. Ditusuk ama perampok yang mo ambil dompet gue yang kosong
19. Ketemu klien psikopat, dimutilasi
20. Softlens copot, ga bisa liat apa-apa jatuh ke lobang yang ada paku, menusuk tangan lalu tetanus ga keburu diobatin, mati deh
21. Lagi pake kacamata, jatuh kedorong orang dari eskalator mall yang ruamai, kacamata pecah dan menusuk mata, berdarah & geger otak
22. Lagi jalan di pinggir rumah tengah danau Cianjur, hilang keseimbangan, kecemplung & kepala kebentur bambu runcing hiks tak tertolong lagi
23. Lagi nonton di rumah, terlalu tegang (or antusias), masuk rumah sakit, koma, meninggal
24. Digigit tikus, meninggal karena shock
25. Lagi camping di curug panjang, tiba-tiba ada banjir bandang
26. Lagi maen di water outbound Atlantis Ancol, kepala terbentur pinggir kolam waktu nyoba jalan di atas ban kuning
27. Lagi cabut gigi geraham bungsu, kena syaraf langsung ke otak, mati di tempat
28. Lagi benerin kabel laptop, kesetrum, mati kering
29. Lagi enak makan kikil, tersedak kikil, ga bisa nafas, tewas deh
30. Lagi antri di halte busway, kedorong orang, jatuh keluar pas ada Bus Trans lewat, tergilaslah diriku
31. Lagi khotbah tiba-tiba ada bom meledak di gereja (jangan sampe deh)
32. Lagi masak, kompor tiba-tiba meledak
33. Lagi baca koran di rumah tiba-tiba lantai 2 ambruk nimpa gue
34. Lagi jalan di trotoar lalu ada motor nabrak, badan gue jatuh ke pagar berduri yang membatasi jalan
35. Lagi tidur, ga bangun lagi
Sebenarnya masih bisa dilanjutkan jadi 1001 cara kemungkinan gue mati (dan semuanya bersifat "kecelakaan", bukan dirancang) tapi cape ngetiknya =.= Gue akhirnya merasa dengan sangat banyaknya kemungkinan gue bisa mati, maka bisa hidup itu adalah anugerah Tuhan yang luarbiasa! Tiap bangun tidur dan masih hidup, WOW, itu suatu karunia! Masih ada 1 kesempatan yang Tuhan berikan untuk gue kerjakan bagi-Nya di dunia ini.
Endingnya, tak peduli cara mati seperti apa pun, yang pasti semua anak Tuhan pasti meyakini Filipi 1:21-22 "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah." So, cara mati yang tidak diperkenan Tuhan adalah: bunuh diri dengan cara apapun! Karena hidup adalah anugerah & tanda bahwa Tuhan Sang Pencipta masih kasih kekuatan bagi kita untuk melangkah bersama-Nya sesulit apapun itu. So, Keep CIAYOU!!! GanBATTE!! Mari terus berjuang! Immanuel...
Tampilkan postingan dengan label Mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mind. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 Januari 2010
Selasa, 07 Oktober 2008
Construal? Apaan tuh?
Psikologi Sosial mendefinisikan Construal sebagai cara orang berpikir, melihat dan menafsirkan kejadian di sekitar mereka. Kita semua perlu menafsirkan dunia sekitar kita sehingga segala tindakan dan penilaian kita menjadi suatu yang selaras dan masuk akal.
Sebagai contoh, kejadian yang gue pagi ini. Gue biasa naik mikrolet M02 menuju kantor. Mata gue jelas-jelas melihat angka 02 terpampang sehingga gue menyetopnya. Kemudian, tiba-tiba mikrolet belok kanan di suatu lokasi di mana M02 biasanya lurus. Reaksi pertama gue adalah langsung memandang ke arah yang lurus sambil berpikir mungkin jalanan lurus ditutup. Ternyata jalanan tidak ditutup. Wuih, mata gue langsung beralih ke nomor mikrolet yang entah kenapa berubah menjadi M04! Dengan panik gue langsung menyetop mikrolet dan meminta maaf kepada sopir yang terpaksa menunggu gue mengambil uang receh yang tidak gue siapkan karena turun dadakan hiks :=.=:
Lihat reaksi pertama otak gue adalah menciptakan construal bahwa jalanan yang biasanya dilewati sedang ditutup kemudian mata gue langsung mengecek. Karena apa construal seperti ini dapat muncul di kepala gue? Karena melakukan sesuatu yang salah itu otomatis menurunkan self-esteem jadi reaksi pertama yang gue lakukan adalah menciptakan construal untuk membuktikan diri benar sehingga perasaan gue nyaman, lega karena self-esteem tidak mengalami penurunan. Tapi karena gue cek ternyata jalanan tidak sedang ditutup, gue langsung mengganti construal pertama dengan construal berikutnya bahwa jangan-jangan gue salah naik mikrolet. Mata langsung mengecek nomor mikrolet dan hasilnya zummm benar gue salah naik angkot. Gue mengganti construal dengan terpaksa karena kalo gue memaksa diri menerima construal pertama, akan muncul rasa tidak aman yang lebih besar, gue terbawa angkot entah kemana, terlambat ke kantor, dan seterusnya, dan seterusnya.
Itu hanya dalam kasus kecil yang sepele. Bayangkan dalam kasus besar, bagaimana construal sangat berpengaruh dalam penilaian orang akan dirinya sendiri. Misalnya: kasus antar negara antara tentang invasi US ke Irak. Betapa sulitnya mengakui kalau construal awal itu salah walau kenyataan/reaksi yang muncul berikutnya berbeda dengan construal awal. Sebenarnya ketika construal awal berbeda dengan kenyataan yang terjadi, orang dapat memilih melakukan 3 hal:
1. Mempertahankan construal awal supaya self-esteem tidak terpengaruh. Menyalahkan situasi yang tidak cocok dan tetap memegang teguh construal awal. Ini yang biasanya dilakukan orang-orang yang kita sebut keras kepala alias kepala batu hehehe...
2. Segera mengganti construal awal dengan construal lain. Ini tidak mudah dilakukan karena harus mengakui bahwa construal awal yang diyakini ternyata salah, tidak cocok dengan kejadian berikutnya.
3. Menunggu sambil mempertahankan construal awal. Biasanya orang-orang ini sangat berharap untuk terjadinya situasi berikut yang cocok dengan construal awal. Kalau yang terjadi ternyata berbeda dari harapan, biasanya akan menciptakan construal tengah-tengah yang menggabungkan construal awal dengan kejadian yang sesungguhnya.
Semua proses yang gue alami terjadi dalam hitungan detik, tidak sampai 1 menit! Wow, menakjubkan sekali ya Tuhan menciptakan otak manusia. Waktu menulis ini, tak henti-hentinya gue bersyukur atas kehebatan yang Tuhan berikan pada manusia. Itu semua menunjukkan betapa hebatnya Sang Pencipta. Dan gue bener-bener bersyukur menjadi ciptaan-Nya yang dilengkapi dengan berbagai "fasilitas" hidup yang kelihatannya sepele tapi kalau dipikirkan, ternyata menakjubkan. Soli deo Gloria ^_^
Sebagai contoh, kejadian yang gue pagi ini. Gue biasa naik mikrolet M02 menuju kantor. Mata gue jelas-jelas melihat angka 02 terpampang sehingga gue menyetopnya. Kemudian, tiba-tiba mikrolet belok kanan di suatu lokasi di mana M02 biasanya lurus. Reaksi pertama gue adalah langsung memandang ke arah yang lurus sambil berpikir mungkin jalanan lurus ditutup. Ternyata jalanan tidak ditutup. Wuih, mata gue langsung beralih ke nomor mikrolet yang entah kenapa berubah menjadi M04! Dengan panik gue langsung menyetop mikrolet dan meminta maaf kepada sopir yang terpaksa menunggu gue mengambil uang receh yang tidak gue siapkan karena turun dadakan hiks :=.=:
Lihat reaksi pertama otak gue adalah menciptakan construal bahwa jalanan yang biasanya dilewati sedang ditutup kemudian mata gue langsung mengecek. Karena apa construal seperti ini dapat muncul di kepala gue? Karena melakukan sesuatu yang salah itu otomatis menurunkan self-esteem jadi reaksi pertama yang gue lakukan adalah menciptakan construal untuk membuktikan diri benar sehingga perasaan gue nyaman, lega karena self-esteem tidak mengalami penurunan. Tapi karena gue cek ternyata jalanan tidak sedang ditutup, gue langsung mengganti construal pertama dengan construal berikutnya bahwa jangan-jangan gue salah naik mikrolet. Mata langsung mengecek nomor mikrolet dan hasilnya zummm benar gue salah naik angkot. Gue mengganti construal dengan terpaksa karena kalo gue memaksa diri menerima construal pertama, akan muncul rasa tidak aman yang lebih besar, gue terbawa angkot entah kemana, terlambat ke kantor, dan seterusnya, dan seterusnya.
Itu hanya dalam kasus kecil yang sepele. Bayangkan dalam kasus besar, bagaimana construal sangat berpengaruh dalam penilaian orang akan dirinya sendiri. Misalnya: kasus antar negara antara tentang invasi US ke Irak. Betapa sulitnya mengakui kalau construal awal itu salah walau kenyataan/reaksi yang muncul berikutnya berbeda dengan construal awal. Sebenarnya ketika construal awal berbeda dengan kenyataan yang terjadi, orang dapat memilih melakukan 3 hal:
1. Mempertahankan construal awal supaya self-esteem tidak terpengaruh. Menyalahkan situasi yang tidak cocok dan tetap memegang teguh construal awal. Ini yang biasanya dilakukan orang-orang yang kita sebut keras kepala alias kepala batu hehehe...
2. Segera mengganti construal awal dengan construal lain. Ini tidak mudah dilakukan karena harus mengakui bahwa construal awal yang diyakini ternyata salah, tidak cocok dengan kejadian berikutnya.
3. Menunggu sambil mempertahankan construal awal. Biasanya orang-orang ini sangat berharap untuk terjadinya situasi berikut yang cocok dengan construal awal. Kalau yang terjadi ternyata berbeda dari harapan, biasanya akan menciptakan construal tengah-tengah yang menggabungkan construal awal dengan kejadian yang sesungguhnya.
Semua proses yang gue alami terjadi dalam hitungan detik, tidak sampai 1 menit! Wow, menakjubkan sekali ya Tuhan menciptakan otak manusia. Waktu menulis ini, tak henti-hentinya gue bersyukur atas kehebatan yang Tuhan berikan pada manusia. Itu semua menunjukkan betapa hebatnya Sang Pencipta. Dan gue bener-bener bersyukur menjadi ciptaan-Nya yang dilengkapi dengan berbagai "fasilitas" hidup yang kelihatannya sepele tapi kalau dipikirkan, ternyata menakjubkan. Soli deo Gloria ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)